Dunia Akuntansi bukan Dunia TI
Holaa… ini pendapatku mengenai posisi level pembelajaran akuntansi dibandingkan dengan TI. :D
Mahasiswa S1 TI belajar mengenai pemrograman, yang merupakan cara
membuat produk TI. Sementara mahasiswa S1 akuntansi justru belajar
produk akuntansi itu sendiri seperti US GAAP, IFRS, dan sebagainya.
Dugaanku, model pembelajaran ini berpengaruh besar pada perkembangan
praktik. Dunia TI selalu diwarnai produk-produk baru yang inovatif.
Sementara dunia akuntansi relatif kering dengan produk baru (e.g. model
akuntansi baru).

Kalau sekarang ditanya apa sih produk akuntansi yang anda kenal yang ‘beda’ dengan status quo? Paling kita sebut balanced scorecard atau model value-chain-nya
Lev. Kedua jawaban ini ironis. Jawaban model keuangan Lev itu sangat
ironis karena model ini justru tidak terkenal di dunia akuntansi.
Padahal buku beliau yang memperkenalkan model tersebut, “Intangibles:
Management, Measurement, and Reporting” tercatat sebagai bestseller oleh
The New York Times. Bukunya begitu populer, dibeli dan dibaca
(asumsinya begitu :D ) oleh begitu banyak orang; namun coba tanya orang akuntansi, siapa yang pernah tau model keuangan Lev?
Sementara itu, balanced scorecard (BSC) malah dobel ironis.
BSC merupakan model yang matang pada tahun 1995-an yang berarti sudah 15
tahun yang lalu dan sampai sekarang masih dianggap “baru”. (Konsep
balanced scorecard yaitu multiple performance measures bahkan sudah berkembang sebelum itu sehingga muncul ejekan di buku Robert N. Anthony–kalau nggak keliru–mengenai old wine in a new bottle.) Selain itu, akhirnya balanced scorecard juga
hanya dikenal sebagai alat pengukur kinerja strategis. Padahal sang
pengarang memaksudkannya juga sebagai inovasi akuntansi keuangan,
seperti yang diungkapkan Kaplan dan Norton (1996, hal. 6-7):
Tidak ada komentar:
Posting Komentar